Rupiah Loyo di Akhir Pekan

08/01/2018

Menutup pekan ini, nilai tukar rupiah kian tertekan. Kemarin, kurs rupiah di pasar spot melemah 0,37% ke level Rp 14.495 per dollar Amerika Serikat (AS) dan sempat mencapai Rp 14.540 per dollar AS. Dalam sepekan terakhir, mata uang garuda terkoreksi 0,81%. Setali tiga uang, kurs tengah rupiah Bank Indonesia terdepresiasi 0,70% ke posisi Rp 14.520 per dollar AS.

Bahkan, dalam sepekan, kurs tengah rupiah ini anjlok 1,13%. Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan, pelemahan rupiah sepanjang pekan ini merupakan dampak sentimen eksternal. Asal tahu saja, rupiah tidak melemah sendirian, tetapi berbarengan dengan sejumlah mata uang regional lainnya. Mata uang utama dunia juga melemah.

"Dollar AS menguat sepanjang pekan ini karena Presiden AS Donald Trump membuat pernyataan yang menimbulkan ketidakpastian di pasar," ujar dia, Jumat (20/7). Adapun pelemahan rupiah di akhir pekan lebih dipicu oleh jatuhnya nilai tukar yuan ke level terendahnya sepanjang tahun ini. Melemahnya yuan turut menyeret mata uang negara-negara emerging market.

Analis Monex Investindo Futures Faisyal menambahkan, rupiah juga tertekan lantaran testimoni Guberbur The Federal Reserves Jerome Powell yang menegaskan suku bunga acuan AS akan naik dua kali lagi di sisa tahun ini. Powell juga menegaskan prospek ekonomi Negeri Paman Sam masih positif hingga beberapa tahun ke depan.

Sementara dari dalam negeri, belum ada katalis positif yang cukup mendukung rupiah. Karena itu Faisyal memprediksi, rupiah pekan depan akan bergerak di kisaran Rp 14.450-Rp 14.600 per dollar AS. Sedang menurut hitungan Lana, nilai tukar Garuda bergerak di rentang Rp 14.470-Rp 14.490 per dollar AS. "Pekan depan, BI pasti masih akan terus menjaga rupiah dan melakukan intervensi," ujar Lana