Premi Asuransi Properti Mengalami Kenaikan 5%

10/01/2018

Pendapatan premi asuransi properti diperkirakan tumbuh positif. Namun, kenaikannya hanya 5% sampai akhir kuartal III-2018. Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe mengatakan, pertumbuhan ini lebih baik dibanding tahun 2017. Sampai akhir Desember tahun lalu, premi asuransi properti susut 5% menjadi Rp 18,29 triliun. "Pertumbuhan ekonomi diharapkanmendorong pertumbuhan perumahan maupun permintaan bangunan komersial," kata Dod, Jumat (21/9). Akhirnya meningkatkan permintaan asuransi properti di kuartal III maupun sampai akhir 2018.

Wakil Ketua merangkap Ketua Bidang Statistik, Riset, Analisa dan Aktuaria AAUI Trinita Situmeang sepakat, jika bisnis asuransi properti masih akan meningkat. Sebab premi besar terutama dari segmen korporasi biasanya di pengujung 2018. Apalagi, berbagai kebijakan pemerintah seperti loan to value (LTV) dapat membantu menggenjot permintaan kredit pemilikan rumah (KPR) bisa meningkat yang pada akhirnya berefek positif pada asuransi properti.

PT Asuransi Wahana Tata (Aswata) mencatatkan kenaikan pendapatan premi asuransi properti atau kebakaran sampai Agustus 2018. Hal ini didukung strategi pengembangan bisnis yang apik. Presiden Direktur Aswata Christian Wanandi mengatakan, sampai delapan bulan ini meraih total premi Rp 1,1 triliun. Dari jumlah itu, lini bisnis properti menyumbang 38%. "Sampai Agustus 2018 asuransi properti kami tumbuh 6%," kata Christian.

Sampai akhir 2018, Aswata optimistis premi asuransi properti naik 10%-12%. Yang akan mendukung adalah penambahan mitra bisnis. Christian bilang akan banyak menggaet nasabah korporasi. Realisasi premi asuransi properti Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) tumbuh 6,6% sampai Juli 2018. Direktur Operasi Ritel Jasindo Sahata L. Tobing mengatakan, premi asuransi properti mencapai Rp 483,5 miliar, naik dari periode sama tahun 2017 sebesar Rp 453,6 miliar. Jasindo optimistis, sampai akhir 2018, lini bisnis kebakaran tumbuh positif. Apalagi potensi premi lanjutan di pengujung 2018. "Segmen korporasi untuk premi lanjutan akan masuk di kuartal IV," kata Sahata. Dia berharap pertumbuhan ekonomi membaik sehingga mendukung perolehan premi asuransi properti. Sahata mencontohkan premi cukup besar berasal dari PLN, Telkom dan BUMN lain.