FOI Bantu Atasi Kesenjangan Pangan di Indonesia

10/01/2018

KESENJANGAN pangan menjadi masalah yang harus segera diselesaikan bangsa Indonesia. Sebab, di tengah-tengah orang kaya #crazyrichasian atau #crazyrichsurabayan yang lagi trending di Twitter, masih banyak saudara kita se-Tanah Air yang kelaparan. Jangankan membeli kendaraan atau rumah mewah, membeli makanan sehari-hari, mereka kesulitan.

Berbekal rasa empati yang tinggi, Hendro Utomo kemudian mendirikan organisasi bernama FoodBank Of Indonesia (FOI). "Saat ini kalau kita lihat masih ada permasalahan ketidakadilan distribusi pangan. Sementara banyak dari kaum yang berlebih justru menyia-nyiakan makanannya," kata Hendro, belum lama ini.

Menurut Hendro, FOI hadir untuk membantu mengatasi kesenjangan pangan masyarakat. FOI menjadi jembatan antara masyarakat yang berlebihan makanan dengan masyarakat yang membutuhkan. Dengan begitu maka nilai kelima pada Pancasila yaitu, "Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia", bisa tercapai. FOI merupakan organisasi nirlaba yang berdiri pada tahun 2015.

Selama hampir tiga tahun berdiri, FOI sudah menjangkau 12 daerah, yaitu Jabodetabek, Serang, Pandeglang, Cirebon, Subang, Brebes, Magelang, Yogyakarta, Surabaya, Nusa Tenggara Barat (NTB), Makassar, dan Bontang. Dari 12 daerah tersebut, penerima bantuan pangan FOI sudah mencapai 9.529 orang anak dan 150 anak-anak dengan penyakit HIV-AIDS. Sementara nasabah pada usia lanjut dan pekerja sebanyak 148 orang. Menurut Hendro, FOI mempunyai enam program sosial, yaitu Pos Pangan, Qurban untuk pelosok, Mentari Bangsaku, Sayap Dari Ibu (SADARI), Kreasi Buah Olahan (KRIBO), dan Indonesia Ceria.

Kumpulkan donasi
Untuk menjalankan misi berbagi makanan, FOI menerima bantuan dari sejumlah pihak, mulai dari restoran hingga perusahaan makanan. FOI juga meminta makanan lebih dari restoran dan menjadi penyalur program bantuan sosial perusahaan atau CSR. Berapa perusahaan besar seperti SuperIndo, BreadLife, JNE, Frisian Flag, Danone, PT Kaltim Nitrate Indonesia dan pihak pemerintahan telah bekerja sama. Media berkesempatan turut serta bersama FOI mendistribusikan makanan di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Di daerah itu terdapat sejumlah keluarga yang menerima bantuan yang sebagian besar tinggal di rumah dengan kondisi tidak layak huni. Bahkan salah satunya tidak saja kekurangan makanan, tapi juga menderita penyakit jantung. Kondisi semakin memprihatinkan karena anaknya yang mengalami keterbelakangan mental, hanya bisa berdiam diri menunggu uluran tangan orang lain untuk bertahan hidup. Salah satu penerima bantuan bernama Sumini mengaku sangat terbantu dengan distribusi bantuan pangan yang dilakukan FOI.

Sebab sebagai tulang punggung keluarga, dia mengaku tidak mampu membiayai seluruh kebutuhan keluarganya lagi. "Setiap hari saya hanya berjualan jus di depan rumah, tapi dengan kehadiran mereka ini, kami bisa mendapatkan makanan yang lumayan lengkap," ucapnya.