Bisnis Jajanan Pentol Semakin Diminati

10/18/2018

Juragan Pentol menawarkan kemitraan gerai pentol dengan investasi sekitar Rp 6,7 juta-Rp 9,6 juta. Dengan menjual minimal 30 porsi sehari, mitra bisa mengembalikan modalnya hanya dalam tiga bulan.

SEIRING dengan popularitas cilok, pentol pun kembali naik daun. Pentol yang menjadi camilan khas dari Surabaya, Jawa Timur pun keberadaannya mulai menjamur. Gerainya mudah ditemukan.


Baik di pinggir jalan maupun di kawasan pusat perbelanjaan. Seakan tak ingin ketinggalan momen, Harmoko Agus Setiawan ikut terjun menjajakan pentol lewat Juragan Pentol. Ia baru membuka gerainya pada Januari 2018. Gerai pertamanya ada di Jakarta Barat.

Mendapatkan respon baik dari konsumen, Harmoko membuka kemitraan sejak Juni lalu. Sampai sekarang sudah ada dua mitra yang bergabung. Dua gerai mitra itu ada di Jakarta. "Permintaan sudah banyak, kemungkinan bulan depan akan buka gerai mitra lagi," katanya, Kamis (20/9). Menyasar konsumen kalangan menengah bawah, Harmoko menjual satu porsi pentol Rp 10.000.

Tiap porsi berisi lima butir pentol. Ada dua menu yang bisa dipilih konsumen, yakni pentol rebus dan goreng. Sedangkan, untuk sausnya tersedia rasa barbeque, taichan, saus sambal, dan kecap. Harmoko mengklaim kelebihan produknya ada pada racikan pentol yang membuat rasanya lebih gurih dibandingkan lainnya. Juragan Pentol menawarkan dua paket kemitraan. Pertama, paket gerobak dengan investasi Rp 6,7 juta. Fasilitas yang didapatkan mitra satu unit gerobak, peralatan masak lengkap, bahan baku awal 30 porsi, pelatihan dan branding.

Kedua, paket semi kafe dengan investasi Rp 9,6 juta. Fasilitas yang didapatkan mitra sama dengan paket sebelumnya hanya saja diberikan tambahan set meja dan kursi. Laki-laki yang lebih akrab disapa Moko ini mewajibkan mitra untuk mengambil pentol dan aneka saus dari pusat. Tujuannya, untuk menjaga kualitas produk dan menciptakan rasa yang sama disetiap gerai. Berdasarkan perhitungan Moko, waktu balik modal yang dibutuhkan mitra hanya sekitar tiga sampai lima bulan. Dengan catatan, saban harinya mitra bisa menjual minimal 30 porsi.

Setelah dikurangi biaya produksi dan operasional, porsi keuntungan bersih yang bisa dikantongi mitra sekitar 30% dari total omzet per bulan. Sepanjang tahun ini, dia menargetkan bisa membuka lima gerai milik mitra. Dia optimis dapat mencapai angka tersebut karena sudah banyak calon mitra potensial yang ingin bekerjasama.